12 Februari 2012

Produksi Film “Mentari di Sambirata” SMAN Rembang Purbalingga


Lepas subuh, puluhan pelajar sudah berada di sebuah hamparan pasir diantara dua aliran sungai di Gerumbul Sambirata, Desa Wanogara Kulon, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Mereka sedang menunggu eloknya sinar mentari yang datang dari ufuk timur.

Para pelajar SMA Negeri Rembang Purbalingga yang tergabung dalam ekskul sinematografi itu sedang melakukan suting film pendek bertajuk “Mentari di Sambirata”. Pengambilan gambar selama dua hari, 12-13 Februari 2012, keseluruhannya dilakukan di Gerumbul Sambirata tempat dimana satu-satunya sentra gerabah di Purbalingga.

Film yang rencananya hendak dikirim ke Festival Film Purbalingga 2012 ini mengisahkan seorang gadis bernama Martini yang tinggal di sebuah desa dengan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari membuat gerabah.

Jarang pemuda desa betah tinggal di desa. Martini hanya salah satu yang berusaha bertahan. Sementara Wartono, kekasihnya, dengan mantap berpamitan ke Jakarta. Ningsih, teman kecil Martini, juga hendak hengkang ke ibukota.

Semua itu karena tidak ada yang bisa diharapkan dari membuat gerabah. Bagi Martini, bertahan di desa bukan sekedar sebagai pelestari budaya. Bahwa orang-orang yang ke Jakarta pun belum tentu meraih kesuksesan.

Dukungan Sekolah
Sutradara film “Mentari di Sambirata” Astri Rakhma Adisty mengatakan film ini berangkat dari proses produksi film dokumenter yang sudah diproduksi sebelumnya tentang nasib para pengrajin gerabah Sambirata. “Kami merasa belum selesai berproses dengan masyarakat Sambirata. Karena itu, kami mempersembahkan lagi kisah fiktifnya,” ujar sutradara terbaik Festival Film Anak Medan 2011 ini.

Saat pengambilan gambar, masyarakat Gerumbul Sambirata antusias membantu para pelajar dalam proses pengambilan gambar. Tidak hanya itu, anak-anak dan orang dewasa yang dibutuhkan untuk menjadi figuran pun mudah didapat.

Menurut guru pembina ekskul sinematografi, Puji Rahayuning Pratiwi, S.Pd., sebagai sebuah kegiatan ekstrakulikuler, produksi film ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. “Tidak hanya dana produksi tapi juga waktu untuk siswa melakukan kegiatan kreatif dengan memberi izin tidak berangkat ke sekolah,” ungkapnya.

Tidak ada komentar: